MemBuaT AnTeNa KaLeNg PaRt 2

•November 17, 2008 • Leave a Comment

Step By Step Pembuatan Antena Kaleng

 

Antena Wave Guide sebenarnya bukanlah antena, karena dia tidak melakukan penguatan melainkan hanya mengarahkan pancaran signal radio agar lebih fokus. Efek dari refleksi material dan fokus ini memang akhirnya menghasilkan semacam penguatan, namun itu bukanlah isu utama desain dari antena ini.

Desain antena yang sesungguhnya benar-benar memperhitungkan pencapaian semaksimal mungkin efek refleksi dan fokus demi menghasilkan penguatan pancaran sebagai isu utamanya. Antena Wave guide modifikasi, (misalnya dengan Cone atau Reflector) adalah sebuah eksperimentasi untuk mencapai desain antena yang sesungguhnya.
Baca beberapa teori di web berikut (dengan beberapa variasi):

- Contoh: http://www.turnpoint.net/wireless/cantennahowto.html
- Dimensi kaleng: http://www.saunalahti.fi/elepal/antenna2calc.php
- Panduan & modifikasi Cone: http://www.saunalahti.fi/elepal/antenna2.html
- Tinggi Wave Guide: http://www.csgnetwork.com/antennawncalc.html
- Detail Teori dan contoh: http://flakey.info/antenna/waveguide
- Teori dan praktek: http://www.lincomatic.com/wireless/index.html
- Teori perbandingan: http://www.swisswireless.org/wlan_calc_en.html
- Referensi: http://www.king.igs.net/~karc/projects/antenna.htm
- Informasi lain: http://www.google.com atau http://www.dogpile.com keyword: 2.4 ghz homebrew antenna

- Membeli kaleng dengan profil dimensi yang sesuai (dalam contoh, kaleng bekas Quaker Outmeal, kaleng susu ukuran 400 gr, Twister Stick Snack, kaleng buah produk china)

Gbr 1. Contoh Kaleng Outmeal dan perbandingannya dengan Rexona Rollon

- Perhitungan/rumus Jumper Cable (kelipatan):

(3×10^8 {rambatan sinyal di udara}/frekuensi {khz}) x 0.92 {koefisien kabel} = mm

- Membersihkan kaleng dan meratakan mulut kaleng (bekas tutup)

Gbr 2. Kaleng yang sudah dibersihkan

- Mengukur profil (diameter & panjang/tinggi) kaleng, masukkan ke kalkulator web untuk menentukan titik wave guide dan penguatannya
- Mengukur jarak titik wave guide dari dasar antena (gunakan kalkulator web)
- Menyiapkan N Female Panel Mount connector dan membuat Wave Guide sesuai hasil kalkulasi dimensi kaleng dan frekuensi
- Ukur dan bor titik wave guide dan lubang baut dudukan N Female Panel Mount connector




Gbr 3. Mengukur Profile dan Wave Guide

- Mengupas inner tembaga kabel CNT/LMR-200 (50 Ohm) untuk Wave Guide
- Solder tembaga inner Wave Guide ke N Female Panel Mount connector
- Pasang Wave Guide yang sudah tersolder di N Female Panel Mount connector ke lubang titik Wave Guide di kaleng
- Baut N Female Panel Mount connector ke kaleng dan tutup dengan rubber silicon sebagai pelindung dari kebocoran air

Gbr 4. Memasang Wave Guide ke N Female Panel Mount Connector

- Bor dasar kaleng untuk memasang klem mounting ke tower atau dudukan antena. Solusi lain menggunakan besi plat untuk stang kaleng (lihat foto)
- Memotong kabel RG-8 9913/CNT/LMR-400 (50 Ohm) untuk jumper dengan panjang kelipatan 11,5 cm (lihat rumus perhitungan cable balancing)
- Pasangkan N Male atau N Female connector (sesuai kebutuhan) ke jumper
- Lindungi sambungan connector dengan rubber silicon dan selang bakar

Gbr 5. Antenna yg sudah jadi dan terpasang di pipa

- Test antena dengan teknik War Driving dengan software Site Survey seperti Netstumbler: http://www.netstumbler.com/downloads
- Sebelum melakukan instalasi gunakan perhitungan berikut untuk menentukan kondisi Link Budget Calculator: http://www.satsig.net/link-budget.htm
- Software untuk kalkulasi site survey: http://www.cplus.org/rmw/english1.html
- Bandingkan gain antena Wave Guide dengan antena eksisting link yang ada
- Pasang antena di tower/pipa dan lakukan pointing sampai maksimal dan siap digunakan. Perhatikan aspek cuaca untuk keselamatan antena dan radio.

Gbr 6. Signal Antenna hasil dari Netstumbler

WLAN Standards

Standards

802.11
b

802.11
a

802.11
g

Popularity Widely
adopted, readily available everywhere
New
technology
New
technology with rapid growth expected
Speed Up
to 11 Mbps
Up
to 54 Mbps
Up
to 54 Mbps
Relative
Cost
Inexpensive Relatively
more expensive
Relavely
inexpensive
Frequency Unlicensed
2.4 Ghz ISM band, more crowded, some conflict may occur with other devices
Unlicensed
5 Ghz ISM and UNII band, low interference
Unlicensed
2.4 Ghz ISM band, more crowded, some conflict may occur wit other devices
Range Good
range up to 150 feet indoor and up to 5 km outdoor
25
% to 50 % average shorter range than 802.11 b and g
Good
range up to 150 feet indoor and up to 5 km outdoor
Public
Access
Rapidly
grow public hot spots
None
at this time
Rapidly
grow public hot spots and backward compatible with 802.11 b at 11 Mbps
speed
Compatibility Widest
adoption
Incompatible
with 802.11 b and 802.11 g
Interoperates
with 802.11 b at 11 Mbps speed, incompatible with 802.11 a

Antena lain

- Omnidirectional: http://wireless.gumph.org/articles/homemadeomni.html
- Modifikasi: http://www.lincomatic.com/wireless/homebrewant.html
- Colinear Antenna: http://www.lincomatic.com/wireless/collinear.html
- Tin Can Yagi: http://www.netscum.com/~clapp/wireless.html
- Tin Can Yagi (Overview): http://www.oreillynet.com/cs/weblog/view/wlg/448
- 15 dbi Yagi Antenna: http://www.andrewhakman.dhs.org/yagi
- Lightning Protector: http://www.geocities.com/n2uhc/lightningarrestors.html
- WiFi SWR Meter: http://home.wanadoo.nl/erwin.gijzen/wifiswr
- Modifikasi Long Range: http://pmc.gs/riset/wl
- Wireless Project: http://nocat.net
- Modification Project: http://wireless.ictp.trieste.it

MEMBUAT ROUTER PADA LINUX DEBIAN

•August 11, 2008 • 1 Comment

MEMBUAT ROUTER PADA LINUX DEBIAN

~ Pertama –tama install computer dengan Linux Debian
~ Komputer harus memiliki 2 Buah Lan Card
~ Kemudian setting IP ke dua Lan card tersebut ,1 Lan Card disambungkan ke router (eth0) Satunya ke client (eth1) dengan masuk ke /etc/network lalu vi/pico interfaces,dan mengetik berikut ini:

Auto eth0
Iface eth0 inet static
address 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.10.255
network 192.168.10.0

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.5.1
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.5.1
broadcast 192.168.5.255
network 192.168.5.0

auto lo
iface lo inet loopback

Continue reading ‘MEMBUAT ROUTER PADA LINUX DEBIAN’

ADMINISTRASI SERVER

•August 2, 2008 • Leave a Comment

Bagaimana cara menjadi technical support yang handal, dalam sebuah
perusahaan yang berskala menengah ke bawah ? Seperti yang kita tahu,
perusahaan skala menengah minim akan budget IT, namun banyak juga
perusahaan besar yang tidak menerapkan infrastruktur IT nya dengan baik,
sebagai technical support mungkin kira slalu merasa bingung, tidak ada
masa depan, seperti tukang servis, dan kalimat lainya yang membuat kita
jadi tidak bersemangat untuk bekerja dan berkarir melalui jalur
tersebut.
Jika sekarang dalam situasinya kita menjadi seorang support onsite, pada
sebuah perusahaan, sanggupkah kita menjawab semua ini:

sanggup kah kita menghandle 100PC lebih ?
sanggpukah kita memaintain keseluruhanya ?
sanggupkah kita memaintain server dan aplikasinya ?
jika kita bekerja sendiri atau maksimal 2 orang ?

Continue reading ‘ADMINISTRASI SERVER’

eMo MusiK?????

•May 28, 2008 • 24 Comments

>>EMO MUSIC<<


Emo merupakan jenis musik yang masih serumpun dengan punk. Emo sendiri banyak yang menyebutkan berasal dari kata emotion, emotional, atau emotive.

Emo atau emocore merupakan salah satu subgenre punk hardcore yang bermula pada penghujung tahun 1980-an. Band yang sering dikatakan mula-mula membawa genre ini adalah band hardcore Rites of Spring dan Embrace yang merupakan band-band dari scene DC.

Kemudiannya pada pertengahan 1990-an, istilah emo mula digunakan untuk merujuk scene indie yang terpengaruh dengan bunyi Fugazi. Band-band ini mempunyai bunyi emo yang berstail rock indie, lebih melodik dan kurang onar. Antara band-band awal dalam scene ini adalah Sunny Day Real Estate dan Texas Is The Reason.

Emo sering disalah labelkan untuk band-band mainstream seperti Bullets For My Valentine, Avenged Sevenfold dan sebagainya kerana mempunyai bunyian yang hampir serupa. Band-band seperti My Chemical Romance dan Fall Out Boy juga disalah ertikan sebagai emo kerana penampilan mereka iaitu mempunyai fashion dan stail rambut budak emo.

Di Malaysia, wujud emo rock, emo punk dan sebagainya walaupun sebenarnya genre itu tidak pernah wujud dalam scene emo yang sebenar. Sebenarnya cuma ada emo (emotive hardcore) dan satu bentuk emo yang lebih onar iaitu screamo. Emo rock dan emo punk mungkin wujud disebabkan pengaruh media dan salah faham seperti yang telah dinyatakan di atas.

Selain Story of The Year, band-band asing lainnya yang termasuk kategori beraliran emo yaitu Dashboard Confessional, Finch, The Used, Rufio, Thrice, Silverstein, Brand New, Early November, Good Charlotte, Funeral For A Friend, Matchbox Romance, All American Reject, Ataris, dll. Beberapa dari band tersebut ada yang tidak mau menyebutkan diri mereka sebagai

band beraliran emo, mereka lebih suka menyebutkan mereka hanya memainkan musik punk rock dengan sedikit sentuhan pop.

Emo identik dengan musik yang berlirik puitis, melankolis, berarti dalam, mengandung banyak kemarahan dan kesedihan tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri, ditinggal kekasih, hidup yang susah atau tentang keluarga yang broken home. Lirik-lirik tadi biasanya disuarakan dengan teriakan yang keras, yang menggambarkan kesedihan mereka.

Band-band emo banyak menggunakan suara-suara gitar yang kompleks dalam lagu mereka, namun tidak jarang yang hanya menggunakan gitar akustik saja. Dibanding musik punk, musik emo seringkali lebih soft dan lambat, atau musik emo mirip dengan musik pop-punk namun sedikit lebih rumit. Ciri khas dari aliran ini yaitu teriakan atau growl yang keras dari vokalisnya untuk lebih mendapatkan soul emosional dari lagu yang mereka bawakan.

Ada juga yang menyebutkan emo kepanjangan dari emocore. Tapi emocore sendiri sebenarnya bisa dikatakan aliran yang berbeda dengan emo. Emocore merupakan campuran antara emopunk dan hardcore. Mungkin bisa disebut juga musik hardcore dengan lirik yang emosional. A Static Lulaby, Underoath, serta Saosin adalah sedikit dari banyak band yang beraliran emocore.

Dari segi musikalitas, sulit dibedakan antara musik emo dengan emocore. Bahkan jika didengar secara selintas, nyaris nggak ada beda. Jadi agak rancu juga menyebutkan perbedaan emo dengan emocore. Membedakan antara musik emo dengan punk rock juga cukup sulit, akibatnya orang seringkali menjadi bingung untuk membedakan antara emo, punk, dan hardcore. Hal ini dipersulit dengan kebiasaan beberapa band yang nggak hanya memainkan satu jenis musik saja, namun mereka sudah teranjur terikat dengan image suatu jenis musik yang biasa mereka mainkan. Maka bila band tersebut memainkan jenis musik yang berbeda maka tidak jarang orang menjadi bingung dan menganggap jenis musik yang mereka mainkan itu sama. Padahal, sah-sah saja kan bila satu band ingin berganti aliran.

Untuk ukuran lokal, yang banyak memainkan jenis musik emo ini adalah band-band indie, tapi ada beberapa band yang udah masuk major label yang musiknya kental dengan corak emo. Di Bandung, band atau grup musik yang mempunyai aliran dekat dengan emo contohnya adalah Bugskin Bugle, Alone At Last, juga Disconnected.

Emo saat ini sudah menjadi gaya hidup. Gaya anak-anak emo di Amerika disebut emo fag. Di Indonesia sendiri banyak anak muda yang meniru style band-band asing yang beraliran emo, mulai dari dandanan, gaya berpakaian, atau tingkah laku. Gaya anak emo merupakan campuran antara gothic, punk dan genre musik lainnya. Berpakaian ala punk, atau memakai kaos yang bertuliskan nama band, piercing, rambut spiffy dengan mata bermaskara, dan memakai eye liner hitam yang tebal. Untuk aksesori banyak juga yang memakai kacamata yang berframe plastik hitam.